Hotline: (0274) 617-601 Email: info@poltekkesjogja.ac.id
Berita
11-09-2026
Administrator - Harsono

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Siapkan Mahasiswa dan Alumni Hadapi Peluang Karier Sektor Kesehatan




Yogyakarta, Jumat Legi 11 September 2026 — Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pre Job-Fair: Health Workforce Career Preparation Session di Nawasena Ballroom, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Preparing Future Health Professionals for Career Opportunities in the Evolving Health Sector” sebagai upaya memperkuat kesiapan karier mahasiswa tingkat akhir dan alumni dalam memasuki dunia kerja bidang kesehatan yang terus berkembang.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Dr. Iswanto. Dalam rangkaian acara tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai dinamika pasar kerja tenaga kesehatan, kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan, peluang karier di dalam dan luar negeri, serta strategi membangun jejaring dan portofolio profesional sejak masa studi.

Sesi utama menghadirkan narasumber dari World Health Organization (WHO) Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ibu Deki, selaku Technical Officer (Health Policy and Strategy) WHO Indonesia, menyampaikan materi bertajuk “Preparing for Indonesia’s Health Labour Market: Skills Graduates Need for the Future.” Ia menekankan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak semata-mata ditentukan oleh ijazah dan kompetensi teknis, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja dalam tim, memanfaatkan data, serta menjaga profesionalisme dan semangat belajar berkelanjutan.

Dalam paparannya, Ibu Deki mengajak peserta untuk melihat pasar kerja kesehatan sebagai suatu perjalanan yang terhubung dari pendidikan, kesiapan kompetensi, penyerapan tenaga kerja, distribusi, hingga pengembangan karier. Menurutnya, lulusan tenaga kesehatan perlu menempatkan diri bukan hanya sebagai pencari lowongan pekerjaan, tetapi sebagai calon profesional yang mampu menjawab persoalan kesehatan di tingkat individu, komunitas, layanan, maupun sistem kesehatan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Lita Dwi Astari, STP, M.Si., Ketua Tim Pendayagunaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri dan WNA. Melalui topik “Preparing for Overseas Opportunities: Pathways for Indonesian Health Workers,” peserta memperoleh gambaran mengenai peluang kerja tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri serta pentingnya persiapan kompetensi, bahasa, profesionalitas, dan pemahaman terhadap proses penempatan internasional.

Sementara itu, Ibu Zakiyah Eke, National Professional Officer (NPO) Health Workforce WHO Indonesia, membawakan materi “Preparing for a Health Career: Skills and Experience for Future Opportunities.” Sesi ini memberikan penguatan kepada peserta mengenai pentingnya membangun pengalaman, rekam jejak, jejaring, dan bukti kompetensi yang dapat ditampilkan melalui CV, profil profesional, karya tulis, presentasi, keterlibatan dalam proyek, maupun pengalaman organisasi dan kerelawanan.

Selain sesi paparan dan tanya jawab, kegiatan juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman alumni melalui topik Career Pathways: Where Can a Health Professional Work? Para alumni berbagi gambaran jalur karier yang beragam, mulai dari pelayanan klinis, kesehatan masyarakat dan pemerintahan, pendidikan serta penelitian, hingga sektor swasta, organisasi nonpemerintah, inovasi kesehatan, dan organisasi internasional. Sesi ini memperluas perspektif peserta bahwa karier tenaga kesehatan tidak terbatas pada satu jenis institusi atau profesi saja.

Peserta kemudian mengikuti Focus Group Discussion (FGD) jalur karier yang difasilitasi alumni. Dalam diskusi tersebut, mahasiswa dan alumni dapat berdialog secara lebih dekat mengenai pengalaman awal bekerja, keterampilan yang paling dibutuhkan, tantangan transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja, serta langkah nyata yang dapat dipersiapkan sejak sekarang. Kegiatan turut dilengkapi dengan sesi klinik mini-CV dan narasi karier untuk membantu peserta menyusun profil profesional yang lebih terarah.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga adaptif, berintegritas, mampu berkolaborasi, serta memiliki orientasi global. Kolaborasi dengan WHO Indonesia dan Kementerian Kesehatan RI diharapkan dapat memperkuat wawasan mahasiswa dan alumni terhadap kebutuhan tenaga kesehatan masa depan serta mendorong mereka berkontribusi secara nyata bagi penguatan sistem kesehatan Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk mulai membangun keunggulan personal melalui peningkatan kemampuan bahasa Inggris, literasi digital dan data, pengalaman proyek atau organisasi, portofolio profesional, serta jejaring dengan dosen, alumni, praktisi, dan institusi terkait. Dengan kesiapan kompetensi dan sikap profesional tersebut, lulusan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai peluang karier kesehatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kontributor : Rizqi Amanullah, MH