Workshop SNOMED CT Perkuat Kompetensi Implementasi Rekam Medis Elektronik dan Platform SATUSEHAT
Yogyakarta, 8 September 2026 – Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta bekerja sama dengan LANTIP Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyelenggarakan Workshop SNOMED CT dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik dan Platform SATUSEHAT. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu, 8–9 September 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital kesehatan di Indonesia.
Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Dr. Iswanto, S.Pd., M.Kes. Peserta workshop terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan Program Studi RMIK serta praktisi dari lebih dari 15 rumah sakit mitra kerja sama. Kehadiran para praktisi tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang ilmu Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.
Workshop menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang standardisasi dan terminologi kesehatan, yaitu Nur Ratri Annisa Putri, selaku Tribe Specialist – Standardization & Terminology Team, Tim Transformasi Teknologi Digital Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2026. Kehadiran narasumber dari Kementerian Kesehatan RI memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan secara langsung mengenai perkembangan standardisasi terminologi klinis serta implementasinya dalam ekosistem digital kesehatan nasional.
Materi workshop berfokus pada SNOMED CT (Systematized Nomenclature of Medicine Clinical Terms) dan perannya dalam mendukung implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) serta interoperabilitas data kesehatan melalui Platform SATUSEHAT. SNOMED CT merupakan terminologi klinis terstandar yang berperan penting dalam memastikan informasi kesehatan dapat direpresentasikan secara konsisten dan terstruktur. Penggunaan terminologi yang terstandar menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya penerapan RME di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui workshop ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana SNOMED CT dapat mendukung pencatatan informasi klinis secara elektronik, sehingga data kesehatan dapat memiliki makna yang lebih seragam dan selanjutnya mendukung proses pertukaran serta pemanfaatan data antar sistem informasi kesehatan. Pembahasan juga mengaitkan penerapan SNOMED CT dengan Platform SATUSEHAT, terutama dalam konteks interoperabilitas dan standardisasi data kesehatan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan peserta dalam mengikuti perkembangan transformasi teknologi digital kesehatan yang terus berlangsung.
Keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, dan praktisi dari lebih dari 15 rumah sakit menjadikan workshop ini sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan. Para praktisi dapat menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan yang ditemui dalam implementasi RME di fasilitas pelayanan kesehatan. Sementara itu, akademisi dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan kompetensi dan perkembangan teknologi yang harus diantisipasi dalam proses pendidikan mahasiswa RMIK. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa pendidikan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan senantiasa relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan serta perkembangan teknologi informasi kesehatan.
Pelaksanaan workshop selama dua hari ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai SNOMED CT, standardisasi terminologi, Rekam Medis Elektronik, serta interoperabilitas melalui Platform SATUSEHAT. Bagi Program Studi RMIK, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan sekaligus memperkuat jejaring dengan rumah sakit mitra. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan digital.
Melalui kerja sama Program Studi RMIK dan LANTIP Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, serta dukungan narasumber dari Tim Transformasi Teknologi Digital Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman dan kesiapan sumber daya manusia RMIK dalam menghadapi era transformasi digital kesehatan. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi mengenai terminologi klinis dan interoperabilitas diharapkan dapat berkontribusi terhadap implementasi Rekam Medis Elektronik yang berkualitas, terstandar, dan terintegrasi, sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem informasi kesehatan nasional melalui SATUSEHAT.
kontributor: Tim Promosi