MONEV PPDS POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA DORONG KETEPATAN LUARAN DAN KEBERLANJUTAN PROGRAM
Yogyakarta, 7 September 2026 — Direktorat Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Nasional Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang berjudul “Pemanfaatan Stuntingmeter Digital untuk Mendukung Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman pada Senin (7/9/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program, luaran, serta pemanfaatan teknologi tetap sesuai sasaran dan dapat diselesaikan tepat waktu.
Monev dihadiri oleh Prof. Dr.med.vet.drh. Raden Wisnu Nurcahyo dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta selaku reviewer PPDS Kementerian Kesehatan sekaligus Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta merupakan salah satu dari 10 Poltekkes yang terpilih mendapatkan program PPDS. Dalam arahannya, Prof. Wisnu menekankan pentingnya melihat kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan program, termasuk perubahan yang terjadi pada masyarakat. Evaluasi juga diarahkan pada identifikasi faktor yang memengaruhi stunting, solusi yang diberikan, serta metode dan luaran yang dihasilkan. Keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian utama agar kegiatan tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara mandiri.
Paparan Kemajuan PPDS 2026
Dalam paparan progress, tim PPDS Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyampaikan bahwa persepsi pemanfaatan program mencapai 80 persen. Hasil utama menunjukkan perlunya penguatan pengetahuan, khususnya terkait SOP, prinsip pengukuran, menjaga posisi balita, serta pencatatan hasil secara real-time.
Tim juga memaparkan pentingnya posisi berdiri dan penerapan lima titik krusial yang harus menempel pada papan ukur dalam implementasi Stuntingmeter Digital. Selain itu, berbagai materi telah diberikan kepada kader dan masyarakat, termasuk sharing knowledge dan keterampilan.
Sejumlah luaran juga telah dicapai, antara lain publikasi melalui media sosial, artikel ilmiah, peningkatan pengetahuan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Aspek holistik juga menjadi bagian yang dapat dielaborasi dalam pengembangan dan keberlanjutan kegiatan.
Penguatan Kolaborasi dengan Mitra
Kegiatan monev turut melibatkan mitra dari Kalurahan Margomulyo, Puskesmas Seyegan, kader, PKK, dukuh, serta tokoh masyarakat. Dukungan dan keterlibatan mitra menjadi bagian penting dalam memastikan luaran PPDS dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan monev ini, diharapkan pelaksanaan PPDS Poltekkes Kemenkes Yogyakarta semakin terarah, menghasilkan luaran sesuai sasaran, serta memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kontributor:
Diana Andriyani Pratamawati