Petakan Kebutuhan Kompetensi Pegawai, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Lanjutkan FGD Penyusunan TNA

Yogyakarta – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta kembali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Training Need Analysis (TNA) sebagai bagian dari upaya memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin Kliwon, 31 Agustus 2026 ini merupakan rangkaian lanjutan dari FGD penyusunan TNA yang sebelumnya telah dilaksanakan. Jika pada kegiatan sebelumnya pembahasan melibatkan pegawai dari berbagai jabatan pelaksana, dosen, jabatan fungsional dan jabatan fungsional lainnya, FGD kali ini melibatkan unsur pengelola unit, ketua jurusan, sekretaris jurusan, dan ketua program studi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Sebanyak 43 peserta mengikuti kegiatan yang berasal dari berbagai unit dan bagian, di antaranya Instalasi Asrama, Bagian Administrasi Akademik dan Umum, Instalasi Klinik, Unit Laboratorium, Unit Perpustakaan, Unit Pengelola Usaha, Unit Pengembangan Bahasa, Pusat Pengembangan Pendidikan, Unit Teknologi Informasi, Komite Etik dan Pengkajian Kebijakan (KEPK), Pusat Penjaminan Mutu, serta Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Selain itu, turut terlibat unsur pimpinan pada tingkat jurusan dan program studi.
Pelibatan unsur pengelola dan pimpinan unit dalam FGD menjadi bagian penting dalam proses penyusunan TNA karena memberikan perspektif mengenai kebutuhan kompetensi tidak hanya dari sisi pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga dari sisi pengelolaan unit dan pencapaian target organisasi. Peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas, kompetensi yang perlu diperkuat, serta kebutuhan pengembangan pegawai yang dinilai relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing unit.

Melalui diskusi tersebut, berbagai informasi dan masukan dihimpun untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi yang mendukung pelaksanaan tugas secara efektif. Pembahasan juga diarahkan untuk melihat kesenjangan antara kompetensi yang tersedia dengan tuntutan pekerjaan serta kebutuhan organisasi saat ini dan ke depan.
Hasil FGD selanjutnya akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan Training Need Analysis (TNA) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Data yang diperoleh dari berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai serta membantu menentukan prioritas pelatihan yang tepat sasaran.

.png)
Penyusunan TNA diharapkan dapat memastikan bahwa program pengembangan kompetensi pegawai tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi benar-benar didasarkan pada kebutuhan individu, unit kerja, dan organisasi. Dengan demikian, pelatihan yang dirancang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas pegawai, optimalisasi pelaksanaan tugas, serta pencapaian kinerja organisasi.
Kontributor: Tim Pusbangdik