Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Lakukan Kaji Tiru Pembelajaran Digital ke BPPK Kemenkeu dan Universitas Terbuka

Yogyakarta, 15 Oktober 2026
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melaksanakan kaji tiru pembelajaran digital ke BPPK Kemenkeu Corporate University pada Selasa, 13 Oktober 2026, dan ke Universitas Terbuka (UT) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mempelajari pengelolaan e-learning dan pembelajaran digital sebagai bahan penguatan pelaksanaan pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Dalam sambutannya di kedua kunjungan, Wakil Direktur I menyampaikan bahwa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mulai mengembangkan program pembelajaran digital untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran berjalan efektif, adaptif, dan fleksibel, serta tetap menjamin mutu lulusan sesuai Pedoman Pembelajaran Digital Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Nomor HK.02.02/F/826/2026.
BPPK Kemenkeu Corporate University
BPPK memaparkan pengelolaan LMS, e-learning, dan MOOC. Pengembangan e-learning di sana mengikuti tahapan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan dikerjakan bersama oleh widyaiswara, analis pengembangan kompetensi, dan pengembang teknologi pembelajaran. Tahapannya dimulai dari penyiapan materi, pemecahan materi (chunking), pemilihan media, penyusunan storyboard, dan produksi konten. Setelah itu konten dikelola di LMS dan dievaluasi lewat User Acceptance Test (UAT).
Universitas Terbuka
UT memaparkan siklus akademik dan pengelolaan pembelajaran jarak jauh. Pembelajarannya memakai LMS berbasis Moodle yang terintegrasi dengan sistem ujian melalui Single Sign-On (SSO). UT juga menyediakan layanan tutorial, praktikum (termasuk virtual lab), dan tutor berbasis kecerdasan buatan. Dosen penanggung jawab kelas menyusun rubrik penilaian dan prompt AI sebelum pembelajaran dipublikasikan kepada mahasiswa.
Diskusi berlangsung aktif di kedua kunjungan. Peserta menanyakan peran widyaiswara, pelaksanaan analisis kebutuhan, rasio dosen dan mahasiswa, metode ujian, serta pemanfaatan AI pada pendidikan vokasi. Hasil kaji tiru ini diharapkan menjadi referensi dalam mendukung transformasi pembelajaran digital di lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.




