Perkuat Tata Kelola Unit Bisnis dan Layanan Pelatihan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Terima Kunjungan Benchmarking Poltekkes Kemenkes Semarang
Yogyakarta — Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menjadi tujuan kunjungan studi tiru (benchmarking) Poltekkes Kemenkes Semarang pada Senin Wage, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini berfokus pada pertukaran informasi dan pengalaman mengenai pengelolaan unit bisnis, optimalisasi pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), serta pengembangan layanan pelatihan.
Bertempat di Ruang Garuda 2 Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, agenda penyambutan menjadi wadah bagi kedua institusi untuk berbagi praktik pengelolaan dan menggali gagasan pengembangan layanan. Melalui kegiatan ini, kedua institusi diharapkan dapat memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola serta mengembangkan potensi layanan nonakademik.
Delegasi Poltekkes Kemenkes Semarang terdiri atas tiga orang, yaitu Ners. Umi Margi Rahayu, M.Tr.Kep., selaku Koordinator Pelatihan pada Pusat Pengembangan Pendidikan; Puteri Inandin Nabiha, S.K.M., M.K.M., selaku Kepala Unit Pengembangan Kompetensi SDM Kesehatan (UPK SDMKes); serta Widodo, S.ST., M.Si., selaku Kepala Unit Bisnis Poltekkes Kemenkes Semarang.
Agenda kegiatan meliputi penyambutan, sambutan perwakilan kedua institusi, paparan pengelolaan unit bisnis, paparan pengembangan pelatihan, serta diskusi dan tanya jawab. Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan ruang pertukaran pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan kelembagaan masing-masing.
Dalam bidang pengelolaan unit bisnis, fokus pembahasan mencakup tata kelola dan strategi pengembangan unit bisnis BLU, optimalisasi pemanfaatan aset, serta peningkatan pendapatan layanan nonakademik. Strategi pemasaran, pengembangan kemitraan, dan inovasi layanan juga menjadi bagian dari topik benchmarking.
Sementara itu, pada bidang pelatihan, pembahasan diarahkan pada pengembangan layanan pelatihan sebagai salah satu potensi unit bisnis. Aspek pengelolaan mutu, evaluasi kinerja, dan keberlanjutan program turut menjadi perhatian agar pengembangan layanan tidak hanya berorientasi pada pendapatan, tetapi juga pada kualitas penyelenggaraan.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai pengelolaan unit bisnis dan layanan pelatihan. Melalui forum ini, kedua institusi diharapkan dapat mengidentifikasi praktik yang relevan untuk dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik kelembagaan masing-masing.
Kunjungan benchmarking ini diharapkan mempererat hubungan antara Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Poltekkes Kemenkes Semarang sekaligus membuka ruang pembelajaran bersama. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan unit bisnis dan layanan pelatihan yang bermutu, inovatif, dan berkelanjutan.
Kontributor : Rizqi Amanullah, MH