Perkuat Pendidikan Kebidanan Berstandar Global, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Terima Kunjungan Pimpinan UNFPA dan Duta Besar Norwegia

Yogyakarta, 13 Oktober 2026 — Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menerima kunjungan jajaran pimpinan United Nations Population Fund (UNFPA) bersama perwakilan Kedutaan Besar Norwegia pada Selasa (13/10). Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk menunjukkan implementasi program kesehatan seksual dan reproduksi (Sexual and Reproductive Health/SRH), sekaligus memperkuat transformasi pendidikan kebidanan melalui kolaborasi internasional.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kemitraan antara UNFPA, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Global Affairs Canada (GAC), dan Centre of Excellence (CoE) Pendidikan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung transformasi pendidikan kebidanan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, penguatan kurikulum, serta kesiapan institusi dalam mengembangkan pendidikan kebidanan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Rombongan UNFPA dipimpin oleh Andrew Saberton selaku Deputy Executive Director (Management), bersama Aleksandar Bodiroza selaku Deputy Regional Director APRO, Hassan Mohtashami selaku Representative, serta jajaran tim UNFPA lainnya. Kunjungan ini turut dihadiri oleh Duta Besar Norwegia, Ms. Kaja Glomm, beserta perwakilan Kedutaan Besar Norwegia dan tim Direktorat Penyediaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Meninjau Implementasi Pendidikan Kebidanan Berbasis Kompetensi
Rangkaian kunjungan diawali dengan penyambutan tamu di lingkungan kampus Jurusan Kebidanan, disertai iringan musik gamelan sebagai bentuk pengenalan budaya Indonesia. Para tamu kemudian mengunjungi sejumlah fasilitas pembelajaran untuk melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan kebidanan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau ruang pameran produk yang menampilkan hasil karya dan inovasi pembelajaran, laboratorium Objective Structured Clinical Examination (OSCE), serta laboratorium keterampilan (skill lab). Di laboratorium OSCE, para tamu memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan sarana asesmen keterampilan klinis, termasuk dukungan teknologi digital berupa tablet dalam proses penilaian kompetensi mahasiswa.
Rombongan juga menyaksikan kegiatan praktikum Asuhan Kebidanan Kehamilan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan semester III. Kegiatan ini memperlihatkan proses pembelajaran praktik yang mendukung penguasaan keterampilan klinis mahasiswa sebagai calon tenaga bidan profesional.
Selain pembelajaran praktik, para tamu meninjau pembelajaran teori mata kuliah Konsep Kebidanan pada mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan semester I. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai integrasi pembelajaran teori dan praktik dalam membangun kompetensi mahasiswa sejak awal pendidikan.
Uji Coba Monitoring Tool IQA untuk Penguatan Mutu Pendidikan
Selain agenda kunjungan pimpinan, Jurusan Kebidanan juga melaksanakan uji coba Internal Quality Assurance (IQA) monitoring tool yang melibatkan UNFPA dan Direktorat Penyediaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh dosen, pengelola program studi, tim penjaminan mutu, Clinical Instructor (CI), tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Uji coba tersebut berfokus pada sejumlah aspek penting dalam pengembangan pendidikan kebidanan, meliputi implementasi kurikulum International Confederation of Midwives (ICM), penerapan sistem penjaminan mutu internal, status akreditasi, capaian Centre of Excellence, serta kesiapan institusi untuk berkembang menjadi pusat rujukan atau hub pendidikan kebidanan.
Melalui kegiatan ini, institusi memperoleh kesempatan untuk meninjau pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan secara lebih terstruktur. Hasil dari proses monitoring diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi praktik baik, area yang perlu diperkuat, serta langkah pengembangan pendidikan kebidanan selanjutnya.
Pelaksanaan uji coba monitoring tool IQA juga menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan tata kelola pendidikan kebidanan yang berorientasi pada mutu, relevansi kurikulum, dan kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Memperkuat Kolaborasi untuk Transformasi Pendidikan Kebidanan
Kunjungan pimpinan UNFPA dan Duta Besar Norwegia ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan mitra internasional dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan. Melalui kemitraan yang melibatkan UNFPA, Kementerian Kesehatan RI, dan Global Affairs Canada, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta terus berupaya mengembangkan pendidikan kebidanan yang responsif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan serta perkembangan standar pendidikan profesi.
Keberadaan Centre of Excellence Pendidikan Kebidanan menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat inovasi pembelajaran, sistem penjaminan mutu, dan pengembangan kapasitas institusi. Dengan dukungan kerja sama internasional, penguatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi calon bidan dan kualitas pelayanan kesehatan maternal serta reproduksi.
Melalui kunjungan ini, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan kebidanan yang bermutu, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pendidikan tenaga kesehatan yang berkualitas.