Nurturing Akreditasi Prodi Kesehatan Gigi

YOGYAKARTA — Dalam rangka mematangkan persiapan akreditasi guna menjamin mutu pendidikan, Program Studi (Prodi) Kesehatan Gigi Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pembimbingan akreditasi pada Jumat Legi, 16 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini, menghadirkan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), yakni Damhuji, S.Si.T., M.P.H. dan Ni Ketut Ratmini, S.Si.T., M.D.Sc.
Agenda strategis ini diikuti oleh Tim Task Force Program Studi beserta Perwakilan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) yang secara khusus membedah persiapan borang untuk Kriteria 6, 7, dan 8. Pembimbingan ini bertujuan untuk memperoleh tinjauan dan masukan komprehensif dari para asesor terkait kesiapan dokumen, kelengkapan data, serta kualitas bukti pendukung. Melalui langkah ini, diharapkan pemenuhan standar akreditasi prodi dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan berbasis data yang valid.
Proses pembimbingan berjalan secara interaktif. Kegiatan diawali dengan pemaparan kondisi capaian oleh peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi penelaahan, pemberian umpan balik, serta arahan perbaikan langsung dari tim asesor. Fokus utama diskusi mengerucut pada evaluasi kecukupan data serta kekuatan bukti untuk setiap pernyataan capaian yang tercantum di dalam dokumen.
Berdasarkan hasil penelaahan, asesor memberikan sejumlah catatan krusial untuk segera ditindaklanjuti. Pertama, asesor menekankan agar penyajian temuan dan rekomendasi ditampilkan secara eksplisit guna memperlihatkan berjalannya siklus evaluasi di tingkat Prodi dan UPPS. Kedua, pernyataan yang bersifat naratif wajib didukung oleh hasil pengukuran yang terukur agar ketercapaian target dapat dinilai secara objektif. Ketiga, identifikasi peluang dan perbaikan yang dirumuskan oleh UPPS harus selalu berlandaskan pada penyajian data pendukung yang kuat.
Lebih lanjut, asesor juga menyoroti terkait kelengkapan data pengguna lulusan. Penyajiannya diminta agar lebih spesifik dengan memuat angka kuantitatif, sehingga gambaran kepuasan pengguna terhadap lulusan dapat tergambar dengan jelas dan memudahkan penyusunan tindak lanjut. Terakhir, asesor mengingatkan pentingnya menyusun mitigasi risiko terhadap hambatan pelaksanaan pembelajaran dan penelitian, lengkap dengan langkah pencegahan dan pemantauan yang terdokumentasi secara berkala.
Merespons arahan tersebut, Tim Task Force Prodi D3 Kesehatan Gigi beserta UPPS berkomitmen penuh untuk segera menyempurnakan dokumen borang, melengkapi hasil pengukuran sebagai bukti capaian, serta merapikan penyajian data sesuai rekomendasi asesor. Bimbingan ini dinilai memberikan arah yang sangat jelas dalam memperbaiki dokumen dan bukti pendukung menuju hasil akreditasi yang maksimal.
Kontributor : Rosita Antariksawati, SKM., MPH