Dukung Transisi Energi Bersih, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Terlibat dalam Pilot Project Pengelolaan Aki Bekas di Kabupaten Bantul

BANTUL — Merespons masifnya transisi menuju penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melalui Jurusan Kesehatan Lingkungan (Kesling) terus mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Bekerja sama dengan Pure Earth Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Bank Sampah Badegan, tim kolaborasi ini menggelar pertemuan strategis untuk membahas tindak lanjut program piloting pengelolaan aki bekas.
Diskusi lintas sektor ini dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Komplek II Pemerintah Kabupaten Bantul, Manding, Trirenggo.
Kedatangan tim peneliti disambut langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, S.H., M.H., yang didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Esti Puspitaningtyas, S.E. Forum ini turut dihadiri secara langsung oleh perwakilan delegasi masing-masing institusi, yakni satu perwakilan dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, dua orang perwakilan dari ITS, serta satu orang perwakilan dari Pure Earth Indonesia.

Dalam arahannya, Kepala DLH Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif riset dan pengelolaan limbah ini. Ia menilai penunjukan Kabupaten Bantul sebagai lokasi pilot project merupakan langkah proaktif yang sangat tepat. Melalui program ini, Kabupaten Bantul diharapkan memiliki kesiapan regulasi dan infrastruktur yang lebih matang dalam menghadapi konsekuensi ekologis dari tren penggunaan kendaraan listrik yang kian menjamur beberapa tahun terakhir.
Sebagai bentuk komitmen nyata, DLH Kabupaten Bantul menyatakan dukungan penuhnya terhadap tahapan pengumpulan data penelitian. Pihak dinas akan segera menelaah instrumen riset yang telah diberikan oleh tim peneliti. Lebih dari itu, DLH juga siap menjembatani koordinasi lanjutan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan implementasi program piloting ke depannya.
Kolaborasi akademik dan pemerintahan ini diharapkan mampu melahirkan rumusan kebijakan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), khususnya aki bekas, yang aman, terintegrasi, dan berkelanjutan.