,

Seminar Nasional Kewirausahaan “Prepare Your Future With Inovation and Entrepreneurship”

Dewasa ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia masih minim dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga pembangunan kewirausahaan merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan ekonomi di negara ini. Untuk menjadi seorang wirausaha, sikap mental berani tetapi dengan perhitungan yang matang sangat membantu keberhasilan. Dalam menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan persaingan ekonomi global, maka kreativitas menjadi sangat penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Dunia bisnis memerlukan sumber daya manusia kreatif dan inovatif.

Berangkat dari persoalan persoalan tersebut serta sebagai wujud antisipasi generasi muda – mudi Indonesia khususnya mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mengadakan Seminar Nasional  Kewirausahaan dengan Tema “Prepare Your Future With Inovation and Entrepreneurship” pada hari Sabtu Pon, 19 September 2020. Seminar ini merupakan suatu kegiatan yang bersifat edukatif dan wahana menambah wawasan mahasiswa/i berwirausaha, tata cara berwirausaha, apa yang harus dilakukan ketika membuka usaha, dan bagaimana mengembangkan usaha itu menjadi lebih dikenal oleh masyarakat (konsumen). Peserta seminar dapat menyampaikan argumentasi (pertanyaan, diskusi) langsung dengan narasumber dan bagi peserta yang sudah memulai berwirausaha, dapat membagi permasalahan permasalahan yang dihadapi dalam berwirausaha. Acara seminar berlangsung pada pukul 08:30 s/d 12:30 dan diselenggarakan secara online melalui platform Zoom dan Live Youtube dengan jumlah pendaftar 2.675 participant.

Narasumber yang mengisi di acara seminar ini memiliki latar belakang entrepreneur semua. Pembicara pertama adalah seorang wanita yang masih muda, aktif sebagai anggota dan bahkan pendiri dari suatu komunitas wirausaha, beliau kak Nafisah Arinilhaq. Beliau adalah Project Manager at Bisnishack, Business Project Manager at Heritage Platinum Property.

Mengenai paparan yang telah beliau sampaikan saat kegiatan seminar berlangsung, begitu berkesan, mempunyai daya kharismatik tersendiri saat menyampaikan materi. Dalam paparannya, Beliau menyampaikan pesan kepada generasi muda calon pelaku usaha untuk selalu optimis dalam berwirausaha. Jangan terbiasa memainkan mindset (pola pikir) ke dalam hal-hal yang membuat kita tidak bisa (pesimis). Beliau juga berpesan tiga hal saat memulai berbisnis dan mulai dari sekarang tanyakan pada diri kita dan menjawabnya, tiga hal itu yaitu Now your outcome, Now your way, dan Now your value.

Selanjutnya Beliau menyampaikan kepada peserta seminar bahwa masa muda adalah masa yang sangat pas untuk merangkai masa depan yang lebih baik dan sangat rugi apabila kita sebagai Pemuda Penerus Bangsa melewatkannya begitu saja tanpa menghasilkan sesuatu yang berguna. Intinya manfaatkan secara maksimal teknologi (sosmed, internet, smartphone dll), Perluas jejaring dengan Wirausahawan, ikut komunitas, miliki value lebih dari kompetitor, strategi pemasaran dan promosi yang kreatif dan inovatif, dan inti dari semua itu adalah Jangan malu/gengsi, never stop learning, Start small & Act fast.

Pembicara kedua adalah seorang pria yang masih muda, aktif sebagai education influencer, beliau bernama kak Danang Giri Sadewa. Pria kelahiran, Magelang, 23 November 1998. Beliau seorang Student of Social Development and Welfare Universitas Gajah Mada. Beliau memiliki banyak pengalaman, contohnya : Head of Video Production The 7th Asean Student Leaders Forum dan Video Editor PPSMB Palapa UGM. Beliau juga menjadi Winner YouTube NextUp.

Dalam paparannya, Beliau menyampaikan materi tentang Digital Entrepreneurship untuk memaksimalkan peluang bisnis bagi kita. Ketika berbicara digital entrepreneurship pasti juga berbicara jarak yang tak terpisahkan. Semakin berkembangnya teknologi maka semakin berkembang jenis pekerjaan kedepan, dan kita harus menciptakan peluang pekerjaan dari digital entrepreneurship ini. Di era masa kini menciptakan pasar adalah menjadi lebih berbeda dan akan lebih indah ketika kita gagal dan paham tentang kesalahan daripada kita sukses menjadi seorang pemimpi.

Pembicara ketiga adalah seorang wanita yang masih muda, aktif sebagai Owner and CEO of PT. Sari Kreasi Boga & PT. Babarafi Indonesia, beliau bernama Ibu Nilamsari Sahadewa. Wanita kelahiran Surabaya, 25 November 1982. Beliau memiliki banyak pengalaman tentang Entrepreneurship Educations, Food and Beverages, Franchise Business Models, Booth, Push Cart, and Restaurant models for Food Bussiness.

Dalam paparannya, Beliau menyampaikan semakin kesini bisnis adalah tentang sharing asset dan sharing ekonomi. Dalam bisnis ketidakpastian setiap tahun dan setiap jaman semakin besar, sehingga kita harus aware dengan keadaan agar kita tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak kita lakukan kedepannya. Beliau memberikan trik apabila memulai bisnis makanan dari luar daerah ke Indonesia adalah sesuaikan rasa dengan Indonesia, tentukan sasaran pasar, sesuaikan biaya marketing. Beliau berpesan Indonesia diprediksikan akan menjadi kekuatan ekonomi nomor tiga, tetapi itu baru potensi dan kitalah yang melaksanakan, dan saatnya Indonesia mencetak entrepreneur agar Indonesia tidak hanya menjadi follower tetapi menjadi leader.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah masyarakat yang terbesar ke 4 didunia setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat, +/- 250 juta manusia yang menempati tanah air ini. Bila kita mau mawas diri dan merenungi diri kita, siapakah kita? apakah itu hidup? pasti kita akan menemukan semacam pencerahan mengenai diri kita dan untuk apa kita di kehidupan ini. Mari optimis, tingkatkan potensi, tetap percaya diri dan jangan lupa berdoa.