, ,

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Berhasil Selenggarakan The 6th International Conference on Health Science 2019

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Berhasil Selenggarakan The 6th International Conference on Health Science 2019pembukaan ichs

Yogyakarta, 12-13 Oktober 2019

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam rangka meningkatkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) kembali menyelenggarakan The 6Th International Conference on Health Science bekerja sama dengan Kemenristekdikti pada 12-13 Oktober 2019 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Tema yang diangkat dalam acara Konferensi International ini ialah “The Role of Health Profession on Disaster Management”. Hal ini dikarenakan Indonesia dan beberapa negara di kawasan Asia Pasifik merupakan negara-negara yang rawan bencana, seperti gempa bumi dan tsunami. Sehingga diperlukan peran tenaga kesehatan untuk mengurangi dampak bencana serta mengurangi angka mortalitas dan morbiditas. Peran ini dapat dilakukan sebelum maupun setelah bencana. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan penyediaan pelayanan dasar yang disertai dengan peningkatan kualitas pelayanannya dan jangkauannya bagi masyarakat miskin dan rentan. Sesuai dengan misi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yaitu meningkatkan pendidikan, penelitian, dan layanan masyarakat, konferensi ini menjadi salah satu cara untuk mencapai misi tersebut. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan seluruh institusi baik dibawah kemenristekdikti dan kementerian lainnya harus memegang peranan penting dalam pengembangan ilmu kesehatan. The 6th ICHS berhasil digelar dengan tema yang sesuai kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan negara di kawasan asia pasifik.

The 6th ICHS kali ini merupakan konferensi international ke-6 yang diselenggarakan oleh Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan bantuan hibah penyelenggaraan konferensi international dari Kemenristekdikti. Adapun konferensi intenational ke enam ini menghadirkan speaker dari berbagai negara yang diharapkan akan menghasilkan rekomendasi bagaimana pengelolaan bencana alam pada era SDGs. Speaker yang dihadirkan dalam kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini, antara lain :Dr. Eko Yulianto dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Hiroshi Yasuda Ph. D dari Madicine Hirosima University, Prof. Maria Isabellita C. Rogado, RN., MAN dari Arellano University Philippine, Assoc. Prof. Dr. Sauwakon dari Mahidol University Thailand, Prof.Dr. Jenny Sunariani, drg., MS., AIFM., PBO dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Lucky Herawati., M.Sc dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarya, dan Sri Sukotjo dari UNICEF Indonesia, serta Dr. Jessus C Fernandes dari SEAMEO RECFON.

Acara konferensi dihadiri oleh tamu undangan baik dalam maupun luar negeri, diantaranya Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, Kemenristekdikti, Co-Host ICHS 2019, Pusat Pengembangan Pendidikan, Jajaran Pemerintah Daerah Yogyakarta, serta para sponsor yang bekerja sama dalam ICHS 2019. Pembukaan (opening ceremony) dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Trisa Wahjuni, M.Kes. Pada kesempatan ini, dilaksanakan juga penandatangan MOU kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan SEAMEO RECFON. Adapun peserta yang terlibat dalam konferensi international kali ini kurang lebih 400 peserta dari dalam negeri dan 11 peserta luar negeri.

Konferensi yang dilaksanakan selama 2 hari ini, hari pertama acara yang berlangsung adalah konferensi dan hari kedua yaitu menyajikan hasil penelitian, baik original research dan sistimatic riview. Hasil dari artikel yang dipresentasikan tersebut akan dipublikasikan baik di jurnal maupun proceeding yang terindex scopus. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta memiliki harapan besar bahwa konferensi ini dapat menjadi ajang bertukar pikiran dan berdiskusi terkait topik bencana. Dan tentu saja untuk memberikan kontribusi bagi dunia kesehatan.

****

 

 

,

POSBINDU PTM POLKESYO

“Ayo ke Posbindu PTM”
jajaran civitas Rektorat Polkesyo berbarengan dengan jajaran civitas Jurusan Kesehatan Lingkungan, menggelar kegiatan Posbindu PTM bagi jajarannya pada Senin Pon, 30 September 2019 yang dilakukan di beranda lobby sisi kanan-kiri kampus1 #polkesyo.

Kegiatan Posbindu PTM Politeknik Kesehatan Yogyakarta, memberikan layanan :
1. Monitoring faktor resiko bersama PTM secara rutin dan periodik/ rutin, berarti kebiasaan memeriksa kondisi kesehatan meski tidak dalam kondisi sakit. Periodikartinya pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala.
2. Konseling faktor resiko PTM tentang diet, aktifitas fisik/olahraga, merokok/dan tidaknya, stress, riwayat sakit, dll.
3. Penyuluhan / dialog interaktif sesuai dengan masalah PTM yang ada dengan klien.
4. Aktifitas fisik bersama seperti olah raga bersama, kerja bakti, senam, jalan santai, sepeda santai, dll.
5. Rujukan kasus faktor resiko sesuai kriteria klinis ke Klinik Pratama – Politeknik Kesehatan Yogyakarta.

Selama ini masyarakat (biasanya) malas untuk pergi Ke Klinik Pratama Kampus/Puskesmas dengan alasan yang bermacam-
macam, ada yang karena jarak tempuh yang jauh, ada yang takut kalau berobat di Klinik Pratama Kampus Polkesyo/Puskesmas karena meski memakai BPJS mereka kadang tak percaya diri untuk berobat.

ANDA BERUSIA 15-59 TAHUN?????…… JANGAN RAGU ……
AYO KE POSBINDU PTM…..!!!!!

Apa sih Posbindu PTM….??? Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu
PTM) adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM terintegrasi (Penyakit
jantung dan pembuluh darah, diabetes, penyakit paru obstruktif akut dan kanker) serta
gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh
masyarakat melalui pembinaan terpadu. Posbindu PTM adalahbentuk peran serta
masyarakat
(kelompok masyarakat, organisasi, industri, kampus,instansi,sekolah dll) dalamupaya
promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor resiko
penyakit tidak menular secara terpadu.

Kegiatan Posbindu PTM:
1. Monitoring faktor resiko bersama PTM secara rutin dan periodik.
Rutinberarti kebiasaan memeriksa kondisi kesehatan meski tidak dalam kondisi sakit.
Periodikartinya pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala.
2. Konseling faktor resiko PTM tentang diet, aktifitas fisik, merokok, stress dll.
3. Penyuluhan / dialog interaktif sesuai dengan masalah PTM yang ada.
4. Aktifitas fisik bersama seperti olah raga bersama, kerja bakti, senam, jalan santai dll.
5. Rujukan kasus faktor resiko sesuai kriteria klinis ke Puskesmas.

Selama ini kan masyarakat malas mau pergi Ke Puskesmas dengan alasan yang bermacam-
macam, ada yang karena jarak tempuh yang jauh puskesmas, ada yang takut kalau berobat di
puskesmas karena meski memakai BPJS mereka kadang tak percaya diri untuk berobat
kesana sehingga menurut salah satu warga ketika di tanya, “minimal siap uanglah untuk
berobat ke sana karena takutnya ada apa-apa”

belum lagi melalui prosedur yang berbelit-
belit,antrian yang cukup panjang sehingga tambah membuat mereka lebih malas. Dengan
adanya Posbindu PTM ini benar-benar sangat membantu dimasyarakat khususnya di
pedesaan yang jauh dari tempat pelayanan kesehatan.

Jenis kegiatan Posbindu PTM Politeknik Kesehatan Yogyakarta :
1. Melakukan wawancara untuk menggali informasi faktor resiko keturunan dan perilaku.
2. Melakukan penimbangan dan mengukur lingkar perut, serta Indeks Massa Tubuh/IMT. termasuk analisa lemak tubuh (semisal: ukur lingkar perut pada klien).
3. Melakukan pengukuran tekanan darah.
4. Melakukan pemeriksaan gula darah, tekanan darah.
5. Melakukan pengukuran kadar lemak darah (kolesterol total).
6. Melaksanakan konseling (diet, merokok/tidaknya klien, gangguan stress, aktifitas fisik rutin dan lain-lain) dan
penyuluhan kelompok.
7. Melakukan olah raga/aktifitas fisik bersama dan kegiatan lainnya.
8. Melakukan rujukan ke Klinik Pratama POLKESYO / Puskesmas
9. Untuk jadwal sebaiknya diatur berdasarkan kesepakatan bersama dengan memperhatikan anjuran jangka waktu monitoring yang bermanfaat secara klinis.

Kerjasama Penyelenggaraan Cloud OJS RISTEKDIKTI Dengan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Dalam rangka meningkatkan jumlah jurnal ilmiah nasional terakreditasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mengadakan Pelatihan Pemanfataan Cloud OJS di Hotel Eastparc Yogyakarta tanggal 25-27 April 2019, pelatihan ini diikuti oleh 25 Jurnal. Pembukaan disampaikan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Yogya, Bapak Joko Susilo, SKM., M.Kes didampingi Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Bapak Dr. Lukman ST. M.Hum, Ketua LPPM Poltekkes Kemenkes Yogya, Bapak Dr. Heru Subaris Kasjono, SKM., M.Kes. serta koordinator Tim Cloud OJS, Bapak Dadan Ridwan Saleh, M.T.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara 3 lembaga negara, dimana anggaran berasal dari Kemenristekdikti sedangkan penyelenggaraan dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta merupakan poltekkes kemenkes pertama dari 38 Poltekkes Kemenkes yang ada di Indonesia yang telah bekerjasama dengan Kemenristekdikti. Pada beberapa bulan kedepan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta juga dipercaya dengan untuk mengadakan kegiatan pendampingan jurnal berpotensi terakreditasi bidang keperawatan. Kedepannya diharapkan lebih banyak lagi kegiatan – kegiatan yang dapat dilakukan antara Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan Kemenristekdikti.

*****

,

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh POLKESYO

Minggu Legi, 21/4/2019, POLKESYO melaksanakan Pengabdian pada Masyarakat dalam bentuk Pelayanan Kesehatan Terpadu yang meliputi pengecekan tekanan darah, timbang bayi, anthropometri, ukur lingkar perut, plebotomi pd pengecekan pengambilan contoh pemeriksaan gula darah, asam urat, layanan terpadu bagi bayi dan BALITA, pemberian obat cacing cair dan penyuluhan konsumsi gizi seimbang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di dua lokasi kegiatan. Lokasi kegiatan pertama bertempat di Baleasri RT.07 Balecatur, Gamping sementara lokasi kegiatan kedua dilksanakan di Padukuhan Kweni RT.02 Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini terlaksana dengan kerjasama antara Klinik Pratama POLKESYO, Puskesmas Sewon II, Jajaran Dosen POLKESYO, serta dukungan dari relawan tenaga medis lainnya.

*****

Pengumuman Penetapan Enumerator RIFASKES 2019 Diundur