Direktur Poltekkes Kemenkes  Yogyakarta, Joko Susilo mengatakan, dari sekitar lebih dari 100 karya hasil dosen serta mahasiswa yang selama ini dipamerkan di ruang Centre of excellence yang sebagian sudah mendapatkan hak cipta, 16 karya diantaranya akan didorong untuk mendapatkan hak paten.

“Enam belas produk ini sudah diaplikasikan, namun masih sebatas hasil penelitian untuk diujicobakan. Sekarang kita dorong untuk mendapatkan hak patennya,” katanya disela raker Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya, dengan mendapatkan hak paten sehingga diharapkan produk-produk tersebut dapat diimplementasikan ke masyarakat untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat.

“Kita membuat suatu produk-produk yang dimanfaatkan untuk peningkatan status kesehatan masyarakat dari Enam jurusan yang kita miliki, yaitu produk dari jurusan analis kesehatan, gizi, kebidanan, keperawatan, keperawatan gigi, dan jurusan kesehatan lingkungan,” tambahnya.

Adanya Raker Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Ham ke Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Joko mengharapkan, adanya arahan langkah serta strategi dalam mempercepat untuk mendapatkan hak paten tersebut.

“Kita berharap dengan sosialisasi dan kehadiran pak Dirjen secara langsung ini bisa meningkatkan potensi paten. Selama ini kami juga mendapatkan hak cipta cukup banyak, tapi hak paten belum banyak kita ingin mendapatkan hak paten sebanyak-banyaknya dengan mekanisme yang ada dan hari ini akan dipandu dan diarahkan dsri Dirjen,” jelasnya.

Pihaknya menyebutkan, dari rencana 16 produk yang akan diusulkan untuk mendapatkan hak paten diharapkan dapat bertambah.

****

sumber : rri.co.id